PR Dulunya Jualan Es Lilin, Pria Ini Sukses Jadi Developer Termuda - DESA SUKALUYU

728x90 AdSpace

Latest News
Desa Sukaluyu Kecamatan Sukaluyu Terletak di Jl. Bojongsari No. 1 Desa Sukaluyu Kabupaten Cianjur Jawa barat, Dengan Jumlah RT 35 dan 8 RW, 4 Dusun , Jumlah Penduduk 8.896 Orang Terdiri dari 4.324 Orang Perempuan 4.572 Orang Laki laki Dengan Jumlah Kepala Keluarga 3.121 KK, Luas Wilayah 619.98 Km2 Kondisi Geografis Persawahan Desa Sukaluyu Kecamatan Sukaluyu Terletak di Jl. Bojongsari No. 1 Desa Sukaluyu Kabupaten Cianjur Jawa barat, Dengan Jumlah RT 35 dan 8 RW, 4 Dusun , Jumlah Penduduk 8.896 Orang Terdiri dari 4.324 Orang Perempuan 4.572 Orang Laki laki Dengan Jumlah Kepala Keluarga 3.121 KK, Luas Wilayah 619.98 Km2 Kondisi Geografis PersawahanDesa Sukaluyu Kecamatan Sukaluyu Terletak di Jl. Bojongsari No. 1 Desa Sukaluyu Kabupaten Cianjur Jawa barat, Dengan Jumlah RT 35 dan 8 RW, 4 Dusun , Jumlah Penduduk 8.896 Orang Terdiri dari 4.324 Orang Perempuan 4.572 Orang Laki laki Dengan Jumlah Kepala Keluarga 3.121 KK, Luas Wilayah 619.98 Km2 Kondisi Geografis PersawahanDesa Sukaluyu Kecamatan Sukaluyu Terletak di Jl. Bojongsari No. 1 Desa Sukaluyu Kabupaten Cianjur Jawa barat, Dengan Jumlah RT 35 dan 8 RW, 4 Dusun , Jumlah Penduduk 8.896 Orang Terdiri dari 4.324 Orang Perempuan 4.572 Orang Laki laki Dengan Jumlah Kepala Keluarga 3.121 KK, Luas Wilayah 619.98 Km2 Kondisi Geografis PersawahanDesa Sukaluyu Kecamatan Sukaluyu Terletak di Jl. Bojongsari No. 1 Desa Sukaluyu Kabupaten Cianjur Jawa barat, Dengan Jumlah RT 35 dan 8 RW, 4 Dusun , Jumlah Penduduk 8.896 Orang Terdiri dari 4.324 Orang Perempuan 4.572 Orang Laki laki Dengan Jumlah Kepala Keluarga 3.121 KK, Luas Wilayah 619.98 Km2 Kondisi Geografis Persawahan
Sunday, June 11, 2017

Dulunya Jualan Es Lilin, Pria Ini Sukses Jadi Developer Termuda



Rahmat Latif Bialangi © Dok. Pribadi/Brilio

    Siapapun yang berusaha pasti akan mendapatkan jalan. Sudah banyak kisah-kisah sukses yang kita dengar dari orang-orang yang dulunya bukanlah siapa-siapa, hanya bermodal nekat dan keyakinan penuh, namun nyatanya bisa mengubah jalur hidupnya menjadi lebih baik.
    Salah satunya adalah pria bernama Rahmat Latif Bialangi. Pemuda kelahiran 1989 asal Gorontalo ini sukses mengubah nasibnya, dari penjaja kue dan es lilin, menjadi seorang developer perumahan muda di Gorontalo.
    Rahmat Latif Bialangi © Dok. Pribadi/Brilio
    Rahmat Latif Bialangi © Dok. Pribadi/Brilio
    Ya, bakat pengusaha Rahmat memang sudah terlihat sejak kecil. Dirinya biasa menjajakan kue-kue dan es lilin di sekeliling kampungnya. Orangtuanya berpenghasilan pas-pasan, namun sangat ingin untuk melihat anaknya sekolah hingga jenjang yang tinggi.
    Sang ayah sempat menolak keinginan Rahmat untuk berkuliah di Makassar, dikarenakan tak adanya biaya. Sang ayah khawatir jika nantinya tak sanggup untuk membiayai Rahmat hingga menyelesaikan kuliahnya. Namun ternyata, melihat keinginan sang anak yang keras untuk kuliah, dirinya pun luluh dan mengizinkan sangn anak untuk berangkat kuliah.
    Rahmat Latif Bialangi © Dok. Pribadi/Brilio
    Rahmat Latif Bialangi © Dok. Pribadi/Brilio
    "Saya hanya bermodal 4 kemeja yang bergantian saya pakai ke kampus. Harus jalan kaki sekitar 1 kilometer dari kos ke kampus. Kadang tidak makan pagi hingga siang untuk menghemat biaya hidup. Dan momen yang paling saya tidak bisa lupakan adalah suatu hari ketika bulan Ramadhan saya sahur hanya dengan air putih karena ketika itu saya kehabisan uang sementara orangtua belum mengirimkan uang. Tapi semua itu saya jalani dengan ikhlas demi sebuah cita-cita yaitu membanggakan orangtua dikemudian hari," ungkapnya seperti dilansir Brilio.net.
    Semester kedua, dirinya mendapatkan beasiswa yang membuat beban pembiayaan berkurang, Dirinya juga mencari kerja sampingan kala itu, walau sempat dicibir oleh teman-temannya sendiri. Dirinya pun mendapat pekerjaan di koran lokal sebagai wartawan.
    Rahmat Latif Bialangi © Dok. Pribadi/Brilio
    Rahmat Latif Bialangi © Dok. Pribadi/Brilio
    Selesai kuliah dengan mendapatkan gelar Sarjana Satra Inggris, dirinya pun memutuskan berhenti sebagai wartawan dan menjadi karyawan bank. Namun karena jenuh, dirinya keluar dari bank dan memulai berbisnis, yang kala itu di bidang traveling, dengan mendirikan Andrasta Tour & Travel.
    Dari bisnisnya tersebut, Rahmat bisa membahagiakan kedua orangtuanya. "Alhamdulillah hingga saat ini saya bersyukur dengan penghasilan yang saya dapatkan, saya bisa umrah, menghajikan ibu saya, membeli tanah, mengajak bapak nonton piala dunia, menghadiahi adik saya bulan madu di Kuala lumpur dan Singapura, bisa beli mobil sendiri, dan punya tabungan," tambahnya.
    Rahmat Latif Bialangi © Dok. Pribadi/Brilio
    Rahmat Latif Bialangi © Dok. Pribadi/Brilio
    Setelah berbisnis tour & travel, Rahmat mulai menjajaki bisnis baru. Di usianya yang ke-26, dirinya mulai menjajal bisnis developer perumahan di kota Gorontalo.
    "Menyadari bahwa saya belum berpengalaman di bidang property, saya pun berinisiatif bergabung di DPD REI Indonesia, organisasi developer property untuk belajar pada para pengembang senior. Saya masuk jajaran pengurus DPD REI Gorontalo sebagai wakil bendahara. Saya pun termasuk developer termuda se-Indonesia Timur yang mendirikan usaha property dari nol bukan mewarisi usaha orangtua atau keluarga," tutupnya. Kamu juga bisa jadi seperti Rahmat, kuncinya adalah terus berjuang dan jangan menyerah!
    Rahmat Latif Bialangi © Dok. Pribadi/Brilio
    Rahmat Latif Bialangi © Dok. Pribadi/Brilio
    (bri/frs)
    Kapanlagi.com -
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Item Reviewed: Dulunya Jualan Es Lilin, Pria Ini Sukses Jadi Developer Termuda Rating: 5 Reviewed By: robby sunatra